Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana

- Penulis

Kamis, 17 September 2026 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

nusantaraborneo.id, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kalsel mulai mencari skema pembiayaan rumah yang lebih fleksibel bagi masyarakat korban bencana maupun warga yang terdampak relokasi program pemerintah.

Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Identifikasi dan Fasilitasi Pembiayaan Rumah untuk Masyarakat Korban Bencana atau Terkena Relokasi Program Provinsi di Aula Kantor Disperkim Kalsel, Banjarbaru, Kamis (17/9/2026).

Kepala Disperkim Kalsel, Rahmiyanti Janoezir Pamuntjak, mengatakan pembahasan ini menyasar persoalan yang lebih spesifik dibandingkan dokumen Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP).

“Kalau RP3KP kita bicara makro, urusan perumahan dan kawasan permukiman. Kalau identifikasi pembiayaan untuk korban bencana dan rencana relokasi, ini bicara lebih mikro,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah ingin menyediakan alternatif mekanisme pembiayaan bagi masyarakat yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana, termasuk masyarakat yang harus direlokasi.

Selama ini, skema pembiayaan perumahan yang tersedia lebih banyak menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sementara kebutuhan korban bencana memiliki karakteristik berbeda dan tidak selalu dapat ditangani hanya melalui bantuan pemerintah.

Rahmiyanti menjelaskan, dukungan anggaran pemerintah untuk penanganan rumah terdampak bencana rata-rata sekitar Rp20 juta per unit. Nilai tersebut lebih bersifat stimulan sehingga belum tentu mencukupi untuk rumah yang mengalami kerusakan lebih berat.

“Kalau kerusakannya lebih besar dari itu, tidak bisa dengan uang Rp20 juta. Mungkin masyarakat korban bencana ini perlu bantuan pinjaman dari pihak perbankan. Kita perlu carikan solusinya, bagaimana mekanismenya,” jelasnya.

Baca Juga:  RSGM Gusti Hasan Aman Terima Kunjungan Tim LAMPT-KES dalam Asesmen Lapangan Akreditasi FKG ULM

Karena itu, FGD juga membahas kemungkinan menghadirkan skema kredit dengan beban pembiayaan yang lebih ringan. Salah satu opsi yang dikaji adalah pemanfaatan mekanisme pembiayaan MBR dengan kemungkinan suku bunga yang lebih rendah bagi korban bencana.

“Kalau bisa dipakai dengan MBR, tetapi kalau kita bisa lebih rendah lagi daripada MBR, itu akan lebih membantu masyarakat yang menjadi korban bencana,” katanya.

Dalam FGD tersebut, Disperkim Kalsel turut melibatkan pihak perbankan, di antaranya BNI, BTN, dan Bank Kalsel. Keterlibatan perbankan diperlukan untuk melihat kemungkinan skema pembiayaan dari sisi penyedia kredit sekaligus memastikan mekanisme yang dirancang dapat diterapkan.

Rahmiyanti menilai, pemerintah sebagai calon pengguna tentu menginginkan skema yang paling ideal bagi masyarakat. Namun, perbankan juga memiliki pertimbangan tersendiri karena pembiayaan tetap berkaitan dengan aspek usaha dan keberlanjutan lembaga keuangan.

“Kalau kita pihak pengguna, calon user, pasti bicaranya yang ideal. Kalau perbankan, dia melihat pinjaman dari sisi perbankannya juga, bagaimana keuntungan bagi perbankan,” ujarnya.

Melalui pembahasan lintas pihak tersebut, Disperkim Kalsel ingin menemukan titik temu antara kebutuhan korban bencana dengan kemampuan dan ketentuan pembiayaan perbankan, sehingga kebutuhan rumah masyarakat terdampak tidak hanya bergantung pada keterbatasan anggaran pemerintah. MC Kalsel/tgh

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nusantaraborneo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Karhutla
Bunda PAUD Tanah Bumbu Teken MoU Penguatan Kompetensi Guru PAUD
Dekranasda Tanah Bumbu Ikuti Tala Craft 2026
Dishut Kalsel Bagikan Masker Gratis, Lindungi Masyarakat dari Dampak Kabut Asap
Kabut Asap Selimuti Kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, PPRSAR Mulia Satria Perketat Perlindungan Klien
Wagub Kalsel: Perubahan APBD 2026 Diprioritaskan untuk Kepentingan Masyarakat
Demokrat Tanah Bumbu Buka Penjaringan Calon Ketua DPC Periode 2026–2031, Targetkan Kursi DPRD
DLH Kalsel Bekali 534 Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 20:48 WIB

Disperkim Kalsel Gandeng Perbankan Cari Skema Pembiayaan Rumah Khusus Korban Bencana

Kamis, 17 September 2026 - 20:22 WIB

Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Karhutla

Kamis, 17 September 2026 - 20:17 WIB

Bunda PAUD Tanah Bumbu Teken MoU Penguatan Kompetensi Guru PAUD

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Dekranasda Tanah Bumbu Ikuti Tala Craft 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Dishut Kalsel Bagikan Masker Gratis, Lindungi Masyarakat dari Dampak Kabut Asap

Berita Terbaru

Kalimantan Selatan

Api Masih Membara di Bawah Gambut, Muhidin Bagi Tugas Satgas Karhutla

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:22 WIB

Tanah Bumbu

Bunda PAUD Tanah Bumbu Teken MoU Penguatan Kompetensi Guru PAUD

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:17 WIB

DPRD Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Setujui Raperda Pilkades, Perangkat Desa dan Pajak

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:53 WIB

DPRD Tanah Bumbu

RAPBD Perubahan 2026 Disetujui, DPRD Tanah Bumbu Soroti Pelaksanaan Program

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:00 WIB