Wagub Kalsel: Perubahan APBD 2026 Diprioritaskan untuk Kepentingan Masyarakat

- Penulis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Baca Juga:  Pesoda Kalsel 2026 Resmi Dibuka, 150 Atlet SOIna Berebut Tiket PeSONas Kupang

 

nusantaraborneo.id, BANJARMASIN – Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman menyampaikan Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam rapat paripurna DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarmasin, Jumat (21/8/2026) siang.

Hasnuryadi mengapresiasi DPRD Kalsel, khususnya Badan Anggaran DPRD, yang telah membahas Kebijakan Umum Perubahan APBD serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) secara intensif.

Ia menjelaskan, kesepakatan yang telah ditandatangani pada 12 Agustus 2026 menjadi dasar penyusunan Rancangan Perubahan APBD 2026. Penyusunan tersebut diarahkan pada tiga hal utama, yakni menjaga keselarasan anggaran dengan perubahan RKPD 2026 dan sasaran RPJMD Kalsel 2025–2029.

“Yang kedua, mengakomodasi kebijakan strategis pemerintah pusat, yaitu Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih sesuai Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025, serta Sekolah Rakyat sesuai Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025,” ujar Hasnuryadi.

Selanjutnya, Pemprov Kalsel menerapkan penganggaran berbasis kinerja dengan mendahulukan belanja wajib dan mengikat, pelayanan dasar, serta program yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat.

Hasnuryadi menyebutkan, dalam Rancangan Perubahan APBD 2026, pendapatan daerah meningkat dari semula Rp7,353 triliun menjadi Rp7,762 triliun atau naik 5,56 persen.

Sementara belanja daerah meningkat dari Rp9,939 triliun menjadi Rp10,534 triliun atau naik 5,98 persen. Dengan perubahan tersebut, defisit meningkat dari sekitar Rp2,585 triliun menjadi Rp2,771 triliun atau bertambah 7,19 persen.

Pada sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan yang seluruhnya bersumber dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya meningkat dari Rp2,685 triliun menjadi Rp2,971 triliun atau naik 10,65 persen.

Sedangkan pengeluaran pembiayaan berupa penyertaan modal daerah meningkat dari Rp100 miliar menjadi Rp200 miliar atau naik 100 persen. Dengan postur tersebut, defisit sepenuhnya ditutup melalui pembiayaan netto sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan berada pada posisi nihil.

Hasnuryadi menegaskan, penyusunan perubahan APBD tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan. Alokasi fungsi pendidikan tetap di atas 20 persen dari total belanja daerah, belanja pegawai berada di bawah batas maksimal 30 persen, serta belanja infrastruktur pelayanan publik tetap melampaui batas minimal 40 persen.

“Adapun dana transfer pusat seluruhnya kita alokasikan sesuai petunjuk penggunaannya. Ketentuan ini harus kita penuhi karena ketidaksesuaian terhadapnya dapat berakibat pada penundaan atau pemotongan dana transfer,” jelasnya.

Usai rapat paripurna, Hasnuryadi kembali menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRD Kalsel atas perhatian serta pembahasan terhadap perubahan APBD 2026. Ia berharap proses pembahasan dapat segera diselesaikan sehingga anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Semoga apa yang kita lakukan sepenuhnya bermanfaat untuk masyarakat,” kata Hasnuryadi.

Ia menambahkan, pemerintah daerah berharap pembahasan Rancangan Perubahan APBD 2026 dapat segera mencapai kesepakatan sesuai jadwal, sehingga sisa waktu tahun anggaran 2026 dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memenuhi kebutuhan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat Kalimantan Selatan.

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nusantaraborneo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dekranasda Tanah Bumbu Ikuti Tala Craft 2026
Dishut Kalsel Bagikan Masker Gratis, Lindungi Masyarakat dari Dampak Kabut Asap
Kabut Asap Selimuti Kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, PPRSAR Mulia Satria Perketat Perlindungan Klien
Demokrat Tanah Bumbu Buka Penjaringan Calon Ketua DPC Periode 2026–2031, Targetkan Kursi DPRD
DLH Kalsel Bekali 534 Mahasiswa KKN Tematik Lingkungan Hidup, Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat
Warga Sungai Rangas Tengah Antusias Pilah Sampah, Terkumpul 431,85 Kilogram untuk Ditukar Sembako
DP3AKB Kalsel Bersama BKOW Gandeng GEKRAFS eri Pelatihan Keterampilan Digital bagi Anak Putus Sekolah
Disdikbud Kalsel Perluas Pendidikan Inklusi, 334 SMA dan SMK Siap Layani Siswa Berkebutuhan Khusus

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Dekranasda Tanah Bumbu Ikuti Tala Craft 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Dishut Kalsel Bagikan Masker Gratis, Lindungi Masyarakat dari Dampak Kabut Asap

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Kabut Asap Selimuti Kawasan Bandara Internasional Syamsudin Noor, PPRSAR Mulia Satria Perketat Perlindungan Klien

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:57 WIB

Wagub Kalsel: Perubahan APBD 2026 Diprioritaskan untuk Kepentingan Masyarakat

Senin, 27 Juli 2026 - 18:51 WIB

Demokrat Tanah Bumbu Buka Penjaringan Calon Ketua DPC Periode 2026–2031, Targetkan Kursi DPRD

Berita Terbaru

DPRD Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Setujui Raperda Pilkades, Perangkat Desa dan Pajak

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:53 WIB

DPRD Tanah Bumbu

RAPBD Perubahan 2026 Disetujui, DPRD Tanah Bumbu Soroti Pelaksanaan Program

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:00 WIB

DPRD Tanah Bumbu

Seluruh Fraksi Setuju, Perubahan APBD Tanah Bumbu 2026 Disahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:12 WIB