Jaga Eksistensi Budaya, Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

nusantaraborneo.id, BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui UPTD Museum Lambung Mangkurat menggelar Pameran Temporer I Peradaban Dayak Kalimantan Selatan. Mengusung tema “Merawat yang Ada, Menjaga yang Tersisa”, pameran ini mengupas tuntas dan menarasikan perjalanan serta perkembangan peradaban masyarakat Dayak sebagai upaya nyata pelestarian budaya daerah.

Selain sebagai ajang pelestarian, pameran ini juga dimaksimalkan sebagai wadah edukasi untuk mengenalkan lebih dekat bagaimana peradaban dan eksistensi Suku Dayak yang ada di Kalsel kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Kepala Disdikbud Kalsel, Abdul Rahim melalui Kepala Bidang Kebudayaan, Eddy Suwanto memberikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya acara ini. Langkah tersebut dinilainya menjadi bagian nyata dalam menyukseskan program pembangunan daerah.

“Ini sangat bagus ya. Jadi kegiatan ini tema yang pertama. Ini inisiatif yang luar biasa dari Kepala Museum, menjawab dari visi-misi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), terutama misi satu yaitu mengangkat lagi tradisi budaya Banjar dan Dayak. Nah, itu yang saya apresiasi kepada kawan-kawan kita di museum, Kepala Museum dan jajaran,” ujar Eddy, Banjarbaru, Kamis (18/6/2026).

Baca Juga:  DPRD Tanah Bumbu Fasilitasi Aspirasi Kepala SMA ke Disdikbud Kalsel

Ke depan, Disdikbud Kalsel berharap agar Museum Lambung Mangkurat tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan barang-barang bersejarah. Lebih dari itu, museum dituntut untuk konsisten dan mampu mengintegrasikan kekayaan budaya ini ke berbagai sektor kehidupan.

“Harapan ke depan mungkin lebih kepada konsistensi ya, karena kita kan sudah punya kekayaan yang luar biasa di Banua ini. Tinggal bagaimana nanti implementasinya kepada dimensi-dimensi kemajuan kebudayaan; dimensi ekspresi, dimensi ekonomi, dimensi pendidikan. Nah, itu nanti dibuatkan melalui fungsi museum,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa esensi utama dari museum adalah sebagai jembatan ilmu dan peradaban antargenerasi agar warisan leluhur tidak punah tergerus zaman.

“Museum ini kan bukan hanya tempat warisan ya, bukan tempat koleksi sebenarnya, tapi lebih kepada bagaimana nanti warisan ini diturunkan kepada generasi selanjutnya,” pungkasnya.

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nusantaraborneo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 08:37 WIB

Jaga Eksistensi Budaya, Disdikbud Kalsel Gelar Pameran Temporer Peradaban Dayak di Museum Lambung Mangkurat

Berita Terbaru

DPRD Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Setujui Raperda Pilkades, Perangkat Desa dan Pajak

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:53 WIB

DPRD Tanah Bumbu

RAPBD Perubahan 2026 Disetujui, DPRD Tanah Bumbu Soroti Pelaksanaan Program

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:00 WIB

DPRD Tanah Bumbu

Seluruh Fraksi Setuju, Perubahan APBD Tanah Bumbu 2026 Disahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:12 WIB