Pemprov Kalsel Dorong Percepatan Perbaikan TPA Pasca Sanksi KLH

- Penulis

Jumat, 23 Januari 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

nusantaraborneo.id, BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyebutkan hingga awal 2026, terdapat tiga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di daerah yang masih dikenai sanksi oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), masing-masing di Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Kabupaten Tapin.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, melalui Plt. Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKL), Hardini Wijayanti, menjelaskan bahwa hingga saat ini sanksi terhadap ketiga TPA tersebut secara administratif belum dicabut.

“Setahu kami, ketiganya memang masih belum dicabut sanksinya. Namun untuk Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin, peluang pencabutan sanksi cukup besar karena  perbaikan sudah dipenuhi dan progresnya dilaporkan secara berkala kepada Kementerian,” kata Hardini, Banjarbaru, Jumat (23/1/2026).

Hardini menjelaskan, kondisi TPA di masing-masing daerah memiliki karakteristik dan penanganan yang berbeda. Untuk Kota Banjarmasin, TPA setempat sudah ditutup dan tidak lagi menerima sampah, sehingga seluruh sampah kota dialihkan ke TPA Regional Banjarbakula.

Sementara itu, TPA di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tapin sanksinya bukan penutupan tetapi revitalisasi dan perbaikan, sehingga masih memungkinkan menerima sampah selama proses pembenahan berlangsung.

“Kalau Banjar dan Tapin itu sifatnya perbaikan dan penataan. Mereka masih bisa menerima sampah sambil melakukan revitalisasi. Berbeda dengan Banjarmasin yang memang sudah ditutup total,” jelasnya.

Ia menambahkan, kewenangan pengelolaan sampah pada dasarnya berada di pemerintah Kabupaten/Kota, sedangkan Pemprov Kalsel memiliki kewenangan pada pengelolaan TPA regional yang melayani lima kabupaten/kota di kawasan Banjarbakula.

Baca Juga:  Wagub Kalsel: Perubahan APBD 2026 Diprioritaskan untuk Kepentingan Masyarakat

Menurutnya, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah sejatinya sudah cukup lama berlaku, namun dalam pelaksanaannya masih menemui kendala, terutama lemahnya monitoring, evaluasi, serta keterbatasan anggaran di daerah.

“Rata-rata anggaran pengelolaan sampah di kabupaten/kota memang masih sangat terbatas, baik di DLH maupun sektor pendukung seperti PU. Dengan adanya sanksi ini, diharapkan daerah bisa meningkatkan alokasi anggaran dan kapasitas personel untuk pengelolaan sampah yang lebih ideal,” tambahnya.

Terkait TPA Kota Banjarmasin, Hardini menyebut masih terdapat pekerjaan rumah besar, khususnya dalam pengelolaan drainase yang membutuhkan anggaran cukup besar dan tidak bisa diselesaikan dalam satu tahun anggaran.

“Banjarmasin ini agak berbeda karena PR drainasenya besar. Perbaikannya tidak bisa sekaligus,  harus bertahap dimulai tahun 2026 hingga 2027. Itu yang membuat pencabutan sanksinya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menilai Pemerintah Kota Banjarmasin telah memiliki konsep penanganan sampah yang cukup baik, salah satunya melalui pembentukan rumah pilah di setiap kelurahan.

“Setahu saya ada sekitar 52 rumah pilah yang sudah disiapkan lengkap dengan petugas dan pengawas. Harapannya, dengan monev dari pemko, rumah pilah ini bisa dilakukan pengurangan sampah dari sumbernya, sehingga beban ke TPA Regional Banjarbakula dan beban anggaran pengangkutan bisa berkurang,” pungkasnya.

sumber : diskominfomc.kalselprov.go.id

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel nusantaraborneo.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sekda Kalsel Apresiasi Kedisiplinan ASN Diskominfo di Hari Pertama Kerja Pasca Libur Lebaran
Kadisdikbud Kalsel Dorong Sinergi dan Semangat Kerja Baru Pasca Lebaran
RLPPD Prov. Kalimantan Selatan TA. 2025
Pemprov Kalsel Raih Prestasi Gemilang di Bidang Statistik, Targetkan Pembangunan Berbasis Data
Diskominfo Kalsel Perkuat Satu Data Indonesia untuk Dukung Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran
Gubernur Muhidin Lantik 292 Pejabat, Tekankan Digitalisasi Pelayanan Publik
Laksanakan Penandatanganan PK dan PI, Dinas Kominfo Kalsel Komitmen Wujudkan Pelayanan Publik yang Cepat dan Akuntabel
Gubernur Kalsel Dorong GEKRAB Banua Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:47 WIB

Sekda Kalsel Apresiasi Kedisiplinan ASN Diskominfo di Hari Pertama Kerja Pasca Libur Lebaran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:37 WIB

Kadisdikbud Kalsel Dorong Sinergi dan Semangat Kerja Baru Pasca Lebaran

Sabtu, 28 Maret 2026 - 17:36 WIB

RLPPD Prov. Kalimantan Selatan TA. 2025

Senin, 9 Februari 2026 - 20:58 WIB

Pemprov Kalsel Raih Prestasi Gemilang di Bidang Statistik, Targetkan Pembangunan Berbasis Data

Senin, 9 Februari 2026 - 20:49 WIB

Diskominfo Kalsel Perkuat Satu Data Indonesia untuk Dukung Kebijakan Pembangunan Tepat Sasaran

Berita Terbaru

DPRD Tanah Bumbu

DPRD Tanah Bumbu Setujui Raperda Pilkades, Perangkat Desa dan Pajak

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:53 WIB

DPRD Tanah Bumbu

RAPBD Perubahan 2026 Disetujui, DPRD Tanah Bumbu Soroti Pelaksanaan Program

Selasa, 15 Sep 2026 - 21:00 WIB

DPRD Tanah Bumbu

Seluruh Fraksi Setuju, Perubahan APBD Tanah Bumbu 2026 Disahkan

Selasa, 15 Sep 2026 - 20:12 WIB